Tak Tahan Selalu Di Bully, Siswa Bertubuh Tinggi Ini Melempar Temannya Dari Lantai 4

Tak Tahan Selalu Di Bully, Siswa Bertubuh Tinggi Ini Melempar Temannya Dari Lantai 4

StasiunBerita, Jakarta – Seorang siswa sekolah tingkat kedua di Guangxi, China dilempar dari lantai empat gedung sekolahnya dan menderita berbagai kerusakan organ dan patah tulang. Saat ini, siswa itu dilaporkan masih dalam keadaan kritis dan dirawat di unit perawatan intensif.

Rekaman CCTV menunjukkan siswa-siswa sekolah itu tengah nongkrong di koridor selama jam istirahat pada 16 September pagi ketika seorang siswa bertubuh tinggi tiba-tiba mengangkat siswa lain yang berpakaian hitam sebelum melemparkannya dari gedung. Setelah menyaksikan korban jatuh, pelaku dengan tenang berbalik dan berjalan kembali ke ruang kelas. Siswa lain tidak dapat bereaksi dalam waktu dan hanya dapat menyaksikan kejadian itu.

Berdasarkan keterangan saudara perempuannya, Wei, si korban, menderita beberapa organ pecah, paru-paru yang tertusuk, pendarahan hebat dan banyak patah tulang. Keterangan yang di-posting dalam sebuah blog itu juga menjelaskan bahwa korban masih dalam kondisi kritis.

 

BACA JUGA : Seorang Balita Nyaris Tewas Setelah Menelan 20 Baterai Koin Yang Disangka Permen

 

 

Diwartakan AsiaOne, pelaku, yang hanya dikenal dengan nama Huang, telah ditangkap untuk diinterogasi.
Dalam sebuah wawancara, ibu Huang menceritakan bahwa anaknya terus menerus di bully dan diintimidasi di sekolah oleh sekelompok siswa, di antaranya adalah Wei. Meskipun Huang bertubuh tinggi, para siswa itu akan mengejarnya dalam kelompok besar selama jam sekolah dan liburan.

Huang mengatakan pada ibunya bahwa para guru terlalu takut pada murid-murid itu untuk membantu. Setelah mendengar alasan Huang melakukan tindakannya, beberapa warganet memberikan dukungan mereka untuk pria itu. Mereka bahkan mengatakan bahwa Wei sama sekali tidak patut mendapat simpati. Ayah Wei merespons dalam sebuah posting blog yang mengklaim hal yang sebaliknya. Dia juga meminta warganet untuk memikirkan keluarga korban sebelum menyebarkan kebencian.

Untuk saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab insiden tersebut.