Siswa Ini Dihukum Karna Terlambat Hingga Tewas Oleh Gurunya

StasiunBerita, Manado – Seorang siswa smp Terlambat datang ke sekolah , dihukum lari., Jatuh pingsan hingga meninggal. Sang gurupun syok hrs dirawat di rs atas kematian siswa tsb.

Sungguh tragis apa yang dialami siswa SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Fanly Lahingide (14). Fanly yang teridentifikasi tinggal di Perumahan Tamara Lingkungan VIII, Kelurahan Mapanget Barat, Manado, meninggal dunia seusai dirinya dihukum lari memutari lapangan sekolah oleh oknum guru.

Terinformasi kalau Fanly mendapatkan hukuman karena terlambat datang ke sekolah, Selasa (1/10) pagi. Sayangnya, ketika ia mengikuti perintah dari oknum guru tersebut, korban pingsan dan jatuh di halaman sekolah.

Ia pun dilarikan ke rumah sakit Auri, dan dirujuk ke RSUP Prof Kandou. Sayangnya. ia menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan menuju ke RSUP Prof Kandou.

 

BACA JUGA : Gara-Gara Mencuri Janur, 2 Pria Ini Tewas Seusai Carok Di Jember

Kepala SMP Kristen 46 Mapanget Barat SelmiRamber mennjelaskan siswanya itu mendapatkan hukuman lari memutari lapangan sekolah karena terlambat datang ke sekolah. “Setiap siswa ketika terlambat ada sanksi. Jadi pagi tadi Fanly terlambat ke sekolah, dan diberi sanksi oleh oknum guru,” ujar Selmi saat dihubungi, Selasa (1/10). Menurutnya, bukan Fanly saja yang mendapatkan hukuman lari, tapi ada beberapa siswa lainnya juga dihukum yang sama. “Namun belum satu putaran, Fanly sudah jatuh dan dibawa ke rumah sakit,” ucapnya menambahkan. “Bukan hanya Fanly sendiri yang diberi sanksi, ada beberapa siswa lain juga yang diberi sanksi oleh oknum guru karena terlambat datang ke sekolah,” jelas Ramber.

Jenazah korban sempat dibawa ke ruang pemulasaran RSUP Kandou Manado, setelah itu dibawa ke ruang jenazah rumah sakit Bhayangkara untuk diautopsi.

Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani, membenarkan peristiwa itu terjadi pagi tadi, di halaman SMP Kristen 46 Mapanget Barat. “Saya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kasus di Mapanget Barat. Saat saya ke lokasi yang dimaksud, benar ada siswa yang meninggal dunia setelah diberi ganjaran oleh oknum guru,” jelas Kapolsek.