Sepasang Kekasih Kepergok Mesum di Semak-semak Tak Sempat Mengenakan Pakaian Sudah Mau Kabur

StasiunBerita – Gara-gara kepergok warga sedang berbuat mesum di semak-semak, pasangan kekasih berinisial S (25) dan P (23) di Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani, Rabu (27/12/2020) dini hari, akan segera dinikahkan. Seain itu, S dan P juga dikenai sanksi adat cuci kampung. Sebelumnya, kedua orangtua mereka telah diberitahu perbuatan S dan P di semak-semak. “Mereka akan langsung dinikahkan. Pihak keluarga laki-laki dari Dusun Tanjung Menanti juga sudah diberitahu,” kata Slamet, Ketua RT setempat, seperti dilansir dari Stasiunberita.com.

 

Baca Juga : Hendak Melamar Pekerjaan ,Gadis Ini Malah Diperkosa Berkali-kali

 

Slamet menjelaskan, salah satu tetangga P saat itu sedang mencari daun jarak untuk mengobati salah satu anak warga setempat. Saat itu, tetangga yang enggan disebutkan namanya, mencari di semak-semak yang tak jauh dari rumah P. Saat itu sekitar pukul 03.00 dan suasana masih gelap.

Tiba-tiba dirinya mendengar suara aneh dari balik semak-semak. Saat dilihat, ternyata S dan P sedang bermesraan beralaskan seprei di balik semak itu. “Waktu kejadian, anak tetangganya sakit, dia mau ambil daun jarak. Pas mau ambil daun jarak di kebun depan rumahnya, malah ketemu mereka,” kata Slamet.

 

Baca Juga : Gadis 19 Tahun Di ikat Dan Dipaksa Melakukan Hubungan Seksual Dengan Beberapa Lelaki

 

Sempat coba kabur Saat terpergok, keduanya langsung berusaha kabur. Namun hanya P yang sempat melarikan diri, sedangkan S langsung ditangkap. Tidak lama kemudian, S yang diketahui merupakan warga Dusun Tanjung Menanti, Kecamatan Bathin II Babeko, datang untuk menemui kekasihnya, akhirnya juga ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian. Tak hanya itu, saat kabur, keduanya meninggalkan celana dalam yang tak lagi dikenakan. Menurut keterangan Slamet, pasangan tersebut mengaku sudah melakukan hubungan intim layaknya suami istri. “Mereka tidak sempat lagi (mengenakan pakaian). Warga yang yang dengar ini langsung mengamankan kedua pelaku,” ujar Slamet.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *