Tega Buang Bayi Ke Sumur Tua Karena Hamil Di Luar Nikah

Tega Buang Bayi Ke Sumur Tua Karena Hamil Di Luar Nikah
Tega Buang Bayi Ke Sumur Tua Karena Hamil Di Luar Nikah

STASIUNBERITA – Warga kampung Badega, Desa Cipangramatan Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikejutkan dengan penemuan jenazah bayi perempuan dalam kardus berbalut platik hitam, yang dibuang ke sumur tua milik warga.

Penemuan mengejutkan itu pertama kali diketahui Ilis sekitar pukul 14.00 siang. Saat tengah membersihkan beras rendamannya di sumur sumur tua milik Dedin.

Saat itu, Ilis mencium bau tak sedap setelah menggunakan air dari sumur tersebut.”Saya lihat dalam sumur ada plastik hitam mencurigakan,” ujarnya, Jum’at (19/4/2019).

Mendapati kondisi itu, ia kemudian meminta bantuan Dedin,

Pemilik sumur untuk mengangkat kantong plastik berwarna hitam tersebut, hingga akhirnya misteri tersebut mulai terungkap.

“Setelah dibuka ternyata sosok jenazah bayi perempuan lengkap dengan tali ari,” ujarnya.

BACA JUGA : Gadis 14 Tahun Disekap dan Diperkosa Setelah Diberikan Pil Peransang.

Untuk menutupi keresahan warga, akhirnya kedua saksi melaporkan jasad bayi perempuan tersebut ke pihak polsek dan koramil Cikajang.

Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan identifikasi jenazah.

Beberapa barang bukti yang terdapat dalam kardus berbalut plastik hitam tersebut.

Dedin akhirnya menemukan yakni, 4 bungkus bekas pembalut wanita, 5 bungkus kemasan shampo dan 2 bungkus bekas deterjen.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan pendapalan kasus tersebut.

Kapolsek Cikajang Iptu Amat Rahmat mengatakan, sehari setelah mengamankan sejumlah barang bukti, akhirnya petugas berhasil meringkus SK, yang diduga sebagai ibu dari jenazah bayi perempuan tanpa dosa tersebut.

“Pelaku berusia sekitar 19 tahun, kami tangkap sekitar pukul 08.30,” ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah polisi melacak beberapa dokter bidan

Keterangan dokter yang membidani kelahiran SK, hingga akhirnya melakukan aksi bejatnya itu. “Motifnya karena takut dan malu sama keluarga dan tetangga,” ujarnya.

SK merasa malu atas kehamilannya yang diduga merupakan buah hasil percintaan di luar nikah dengan FR, (24) yang berasal dari kampung Citampang Desa Panawa Kec Pamulihan Kabupaten Garut.

SK, FR Dan Dokter yang membantu proses kelahiran bayi malang tersebut kini akan diperiksa lebih lanjut dan dihukum dengan pasalan pembunuhan berencana.